Beranda | Artikel
Teks Khotbah Jumat: Obat Penenang Tatkala Harga Menjulang
12 jam lalu

Khotbah pertama

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ  وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ له وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّكَ المُصْطَفَى وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِيْنِ

قال الله تعالى فى كتابه الكريم

يا ايها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون.

يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيرا ونساء واتقوا الله الذي تساءلون به والأرحام إن الله كان عليكم رقيبا

يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما

أما بعد

Para jemaah rahimakumullah!

Bersyukurlah atas nikmat hirupan nafas dan tegukan air, sehingga kita dapat menegakkan tulang punggung kita untuk beribadah kepada Allah ﷻ. Patutlah kita mensyukuri nikmat itu dengan meniti jalan ketakwaan sehingga kita mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Jalan itu tiadalah dapat kita tempuh kecuali karena Allah ﷻ telah mengutus Nabi Muhammad ﷺ sebagai Rasulun Amin. Maka berselawatlah kepadanya, niscaya Allah ﷻ akan balaskan kepada kita sepuluh kali lipat.

Ujian kehidupan dan permasalahan kerakyatan

Realita hari ini yang tak terelakkan adalah keadaan ekonomi yang kian sulit. Harga bahan pokok meningkat, menggerus pemasukan kaum muslimin. Para jemaah, ketahuilah! Tentu di antara sebab dari kesulitan ini adalah sebagian dosa kita. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an surah As-Syura ayat 30,

وَمَاۤ اَصَابَكُمۡ مِّنۡ مُّصِيۡبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتۡ اَيۡدِيۡكُمۡ وَيَعۡفُوۡا عَنۡ كَثِيۡرٍؕ

“Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy-Syura: 30)

Artinya, kesulitan ini hanyalah secuil dampak dari kezaliman diri kita. Masih banyak kezaliman yang Allah ﷻ maafkan dan tak wujudkan dalam bentuk musibah. Andai pun ini tak benar, tentulah keadaan ini merupakan jalan untuk kita naik level keimanan.

Naiknya harga ini semua adalah ketetapan dari Allah ﷻ

Kenaikan harga barang adalah takdir Allah ﷻ; meskipun bisa saja ada sebab-sebab perbuatan masyarakat maupun pemerintah, tetapi hal ini sangatlah kompleks sehingga tidak bisa kita sepenuhnya menyalahkan siapapun. Bahkan hal semacam ini pun pernah terjadi di masa Nabi ﷺ masih memimpin kaum muslimin secara langsung.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Harga (barang-barang) di zaman Rasulullah ﷺ pernah naik. Orang-orang berkata, “Ya Rasulullah, harga telah naik. Oleh karena itu, tetapkanlah harga bagi kami.”

Lalu Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمُسَعِّرُ الْقَابِضُ الْبَاسِطُ الرَّزَّاقُ وَإِنِّي لَأَرْجُو أَنْ أَلْقَى رَبِّي وَلَيْسَ أَحَدٌ مِنْكُمْ يَطْلُبُنِي بِمَظْلِمَةٍ فِي دَمٍ وَلَا مَالٍ

“Sesungguhnya Allah, Dia-lah al-Musa’ir (Yang menetapkan harga), al-Qaabidh (Yang menyempitkan rezeki), al-Baasith (Yang melapangkan rezeki), ar-Razzaaq (Yang Maha memberi rezeki) dan sesungguhnya aku harap bertemu Allah dalam keadaan tidak seorang pun dari kamu menuntut aku lantaran menzalimi dalam darah dan harta.” (HR. Ahmad no. 12591, Abu Daud no. 3451, Tirmidzi no. 1314, dan Ibnu Majah no. 2200; dan disahihkan oleh Al-Albani)

Nabi ﷺ memberikan kabar bahwa Allah ﷻ ialah yang berhak menentukan harga. Allah ﷻ jugalah Al-Qabidh dan Al-Basith, Yang Maha menyempitkan dan melapangkan rezeki. Namun, beliau ﷺ tidak hanya menyebutkan kabar bahwa Allah ﷻ yang seakan-akan seperti lepas tangan, tetapi beliau juga memberi kabar bahwa Allah ﷻ adalah Ar-Razzaq, Maha pemberi rezeki, sehingga jangan khawatir dengan keadaan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwasanya pemimpin terbaik sekalipun tak mampu dan tak berhak menetapkan harga komoditas. Sehingga Nabi ﷺ berharap agar tidak ada yang menuntut kezaliman ini kepadanya.

Kenaikan harga barang tidak mempengaruhi rezeki seseorang

Bagian penting yang patut kita yakini bahwa rezeki kita telah ditentukan oleh Allah. Jatah rezeki yang Allah tetapkan tidak akan bertambah maupun berkurang. Meskipun masyarakat Indonesia diguncang dengan kenaikan harga barang, itu sama sekali tidak akan menggeser jatah rezeki kita.

Allah ﷻ berfirman,

وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ

“Andaikan Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya, tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi.”

Allah ﷻ Maha mengetahui bahwa jika hamba-Nya diberi rezeki lebih, niscaya mereka akan melampaui batas.

وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ

“Tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (QS. Asy-Syura: 27)

Allah ﷻ menetapkan rezeki dengan keadaan ialah Al-Khabir, Yang Maha mengetahui perkara detail, lagi Al-Bashir, melihat kenyataan yang ada. Tentulah Allah Al-Hakim, Yang Maha bijaksana, tidak akan menzalimi hamba-Nya dengan memberikan rezeki kurang dari hak-Nya. Padahal, Allah ﷻ mampu melakukannya.

Tujuan kita diciptakan adalah beribadah, terlepas kondisinya

Sejatinya tidak ada kewajiban untuk Allah ﷻ memberikan rezeki melimpah kepada kita semua. Karena Allah ﷻ adalah Penguasa yang tidak dituntut akan perbuatan-Nya. Namun, Allah ﷻ tetap memberikan kenikmatan dunia kepada hamba-Nya, padahal yang tertuntut adalah sang hamba. Hamba -yakni kita semua- tertuntut suatu perkara, yakni beribadah kepada Allah ﷻ, dan itulah satu-satunya tujuan. Dalam ayat yang masyhur, Allah ﷻ berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ – إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

“Tidaklah kami ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah. Tidaklah aku menghendaki rezeki dan pemberian makan dari mereka. Sesungguhnya Allah ﷻ adalah Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki) dan Pemilik Kekuatan Mutlak serta Kekuatan Yang Maha Kokoh.” (QS. Adz-Dzariyat: 56-58)

Allah ﷻ tak butuh kepada ibadah kita, tidak pula menuntut untuk kita memberi rezeki dan makanan kepada Allah ﷻ. Malah justru Allah ﷻ yang menjamin rezeki kita, dan tidak ada yang mampu mencegah pemberian Allah ﷻ. Maka, pertanyakan kepada diri kita, “Sudahkah kita maksimal menghamba kepada Allah ﷻ?”

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khotbah kedua

الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صلى على محمد وعلى آله وأصحابه وأخوانه

Langkah taktis menghadapi harga naik

Maka solusinya para hadirin adalah:

Pertama: Kuatkan tekad kita beribadah dan jadikan ini fokus utama kita saat ini.

Kedua: Bekerjalah sebaik mungkin, karena ikhtiar kita bekerja adalah bagian dari ibadah yang dimaksud. Dan khotbah ini tidak menyuruh anda sekalian untuk menyerah, tetapi justru mengajak anda sekalian bersemangat mengejar rezeki yang sudah ditakdirkan Allah ﷻ.

Ketiga: Bersyukurlah bahwa kita punya Allah ﷻ Ar-Razzaq, sehingga pikiran kita bisa fokus kepada pekerjaan, dan tidak tersibukkan dengan takaran rezeki. Kita serahkan seluruhnya kepada Allah ﷻ.

Nabi ﷺ bersabda,

أَيُّهَا النَّاسُ ، إِنَّ أَحَدَكُمْ لَنْ يَمُوتَ حَتَّى يَسْتَكْمِلَ رِزْقَهُ

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian tidak akan mati sampai sempurna jatah rezekinya.

فَلا تَسْتَبْطِئُوا الرِّزْقَ ، اتَّقُوا اللَّهَ أَيُّهَا النَّاسُ

Oleh karena itu, jangan kalian merasa rezeki kalian terhambat dan bertakwalah kepada Allah, wahai sekalian manusia.

وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ ، خُذُوا مَا حَلَّ ، وَدَعُوا مَا حَرُمَ

Carilah rezeki dengan baik, ambil yang halal dan tinggalkan yang haram.” (HR. Al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubra no. 9640, disahihkan oleh Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi)

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات

اللَّهُمَّ لَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوْبِنَا – مَنْ لَا يَخَافُكَ فِيْنَا – وَلَا يَرْحَمُنَا

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب

اللهم ارنا الحق حقا وارزقنا اتباعه وارنا الباطل باطل وارزقنا اجتنابه

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ 

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ الْمُسلِمِين

اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَاننَاَ الْمُسلِمِين وَ المُجَاهِدِينَ فِي فِلِسْطِين

اللَّهُمَّ ثَبِّتْ إِيمَانَهُمْ وَ أَنْزِلِ السَّكِينَةَ عَلَى قُلُوبِهِم وَ وَحِّدْ صُفُوفَهُمْ

اللَّهُمَّ أَهْلِكِ الكُفّار وَالمُشْرِكِينَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Wa shallallahu ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi ajmain. Akhirud da’wa ‘anilhamdulillahi rabbil ‘alamin.

***

Penulis: Glenshah Fauzi

Artikel Muslim.or.id


Artikel asli: https://muslim.or.id/113902-teks-khotbah-jumat-obat-penenang-tatkala-harga-menjulang.html